7 Kesalahan Umum Dalam Penggunaan Twitter Untuk Marketing

Saat ini di Indonesia telah banyak yang memakai Twitter, tetapi tidak seluruhnya pemilik account Twitter tahu langkah memakainya. Ada beberapa kekeliruan dalam pemakaian Twitter yang dapat kita saksikan sejauh ini, dan satu diantaranya ialah yang sudah dilakukan dengan seorang advokat yang kerap mengirim Tweet polemis dengan memaki seseorang untuk memperoleh perhatian khalayak, Anda tentu sudah mengetahui orangnya siapa.

Kekeliruan bisa terjadi kapan pun, tetapi beberapa kekeliruan fatal dan malu-maluin dapat membuat kita atau usaha yang kita bangun mendapatkan imbas yang jelek. Proses pemasaran di sosial media yang sukses ialah saat konsumen setia Anda turut turut serta di sosial media, berhubungan sama mereka dan dengarkan kemauan mereka, dan menyikapi beberapa konsumen setia Anda.

Sosial media untuk usaha bukan hanya memberinya info mengenai usaha Anda, tetapi lebih dari itu. Seharusnya kita menghindar kekeliruan umum dalam mengirim Tweets. Bikinlah usaha Anda jadi populer di sosial media secara betul dan dengan argumen yang betul. Berikut ialah 7 kekeliruan umum dalam pemakaian Twitter untuk marketing:

1. Mengirimkan Tweet “Beli produk ini” berkali-kali

Internet marketing tentu ingin pasarkan produk atau usaha mereka lewat Twitter. Tetapi saat kita mengirim Tweets, seharusnya tidak boleh cuman bicara mengenai diri Anda. Pemasaran lewat Twitter semestinya mengikutsertakan pemakai yang lain. Berkomunikasi dengan follower Anda ialah hal yang penting saat mempublikasikan Tweet Anda.

Ada beberapa usaha lokal atau di luaran sana yang memakai hastags (tagar) #beliprodukini, umumnya usaha kecil dan baru mengenali Twitter. Gagasan membuat hastags semacam ini dapat membuat Tweets Anda jadi menjemukan dan tidak berikan motivasi follower untuk berhubungan atau mengeklik link produk. Saksikan gambar.

2. Meminta-minta Followers

Setiap orang atau usaha tentu inginkan semakin banyak follower di Twitter. Makin banyak REAL follower di Twitter memungkinkan pesan Anda kelihatan oleh beberapa orang. Tetapi janganlah sampai Anda minta atau merengek-rengek untuk diFollow oleh seseorang. Lihat gambar berikut ini:

Kredit to garthobrien.com Jika Anda ingin memperoleh semakin banyak follower ada cara-cara yang perlu dilaksanakan, misalkan mengirimi Tweet yang memikat, aktif dalam diskusi sesuai topik usaha, memperlihatkan usaha Anda secara baik, dan dekat dengan konsumen setia Anda. Disamping itu, Anda bisa juga memberinya stimulan untuk orang yang ingin mem-Follow Twitter Anda, misalkan dengan membuat suatu kontes. Simak juga artikel Kampanye Pemasaran di Media Sosial dengan Wishpond.

3. Membuat Tweet terlalu panjang

Berdasarkan studi yang sudah dilakukan oleh Buddy Media, Tweets dengan 140 watak sebetulnya telah terlampau panjang dan semakin lebih efisien jika mengirim Tweet di bawah 100 watak. Disamping itu, dengan mengoptimalkan 140 watak dalam Tweet, tidak tersisa ruangan untuk Retweet atau mengirim @mention ke orang lain.

4. Tidak membalas @mentions

Tidak boleh terlampau asyik dengan time line Anda, kadang-kadang Anda perlu mengecek @connect di Twitter Anda. Saat ini lebih banyak orang yang cenderung pilih mengontak lewat Twitter dibanding memberikan email. Karenanya, yakinkan Anda selalu mengecek @connect di Twitter Anda, dan membalasnya @mentions yang dikirim oleh seseorang secara sama, yakni mengirim @mentions. Jika Anda kerap tidak membalasnya @mentions itu, orang akan berpikiran jika Anda tidak mempunyai servis yang bagus dan tidak dengarkan client Anda.

5. Mengirim Tweet yang sama sepanjang hari

Saya pernah menyaksikan sebuah usaha yang mengirim Tweets yang serupa selama seharian, dan ini membuat saya jemu. Umumnya langkah semacam ini dilaksanakan oleh sebuah usaha kecil atau internet marketing yang barusan memakai Twitter dan belum pahami langkah memakainya secara efisien.

Bila Anda ingin mempromokan topik atau promosi pemasaran yang serupa, seharusnya kirimkan Tweet yang bervariatif dengan kalimat yang memikat. Bisa saja Anda mengirim Tweets dengan topik yang serupa selama seharian, tetapi yakinkan Anda membuat dengan inovatif, bervariatif, dan menarik.

6. Terlalu banyak Retweet acak

Lakukan Retweet sebetulnya ialah praktek yang bagus. Ini dapat dilaksanakan saat kita ingin mengucapkan terima kasih pada orang konsumen setia, atau dapat seperti sanjungan pada usaha yang Anda gemari di Twitter. Tetapi, seharusnya Anda tidak boleh sering me-Retweet status seseorang secara random.

7. Terlalu banyak Hashtags (Tagar)

Memakai kebanyakan Hashtags adalah kekeliruan yang kerap dilaksanakan oleh pemakai Twitter, khususnya mereka yang pemula. Hashtags yang kebanyakan akan membuat Tweets Anda tidak konsentrasi pada pesan yang ingin dikatakan.

Default image
Si Teknisi

Leave a Reply