Tips Menghadapi Bisnis Online yang Sedang Sepi

Menjalankan bisnis apa saja haruslah sabar, telaten dan selalu bereksperimen. Tidak kecuali dengan usaha online. Meskipun kita rajin memberinya info lewat sosial media atau membuat up-date produk, tidak berarti usaha online tidak akan alami kondisi sepi dan kurang order.

Beberapa orang cenderung pilih berlaku pasif dan tidak lakukan pengembangan apapun di saat usaha online mereka sedang sepi. Walau sebenarnya ini justru akan membuat usaha yang dirintis dengan kerja keras akan makin terbenam dan kalah saing dengan beberapa ribu usaha online yang lain. Lantas beberapa langkah apa yang perlu dilaksanakan saat hadapi usaha online yang sepi pesanan?

1. Mengamati dan Memperbaiki

Tidak ada usaha online langsung ramai pesanan saat barusan dirintis. Untuk membikin usaha online kita jadi lebih ramai dan disukai konsumen setia, karena itu kita harus memperhatikan tipe produk yang kita tawarkan, kualitas servis dan akses yang gampang untuk beberapa konsumen setia. Dengan selalu lakukan penilaian pada usaha yang kita lakukan, karena itu kita semakin lebih terpacu untuk lakukan pembaruan untuk lebih memajukan usaha online.

2. Update Produk Agar Lebih Variatif

Para pelanggan dan calon konsumen setia kita pasti berasa suka jika dapat pilih beragam variasi produk yang banyak macamnya. Mereka jadi tidak akan gampang jemu dan masih tetap setia mengikuti perubahan usaha online kita. Jika kita jual produk mode berbentuk baju wanita, karena itu kita dapat sediakan bermacam tipe, warna dan ukuran produk yang bervariatif. Sementara bila kita jual produk kulineran berasa pedas, mulai sediakan bermacam produk kulineran yang bervariatif, misalnya keripik, basreng, abon, sambal dan variasi produk kulineran yang lain. Ini contoh saja ya.

3. Tampil Lebih Unik dan Berbeda Dari yang Lain

Jika kita berasa jika jual produk mode seperti pakaian, sepatu atau aksesori menjadi hal yang wajar di bagian usaha online, karena itu kita dapat coba bereksperimen dengan jual beberapa produk yang unik dan berbeda dari lainnya. Beberapa macam produk handmade seperti gelang etnik, kerajinan paper quilling atau kerajinan clay bahkan juga tidak cuman terlihat kece dan terbatas, tetapi bisa juga dipasarkan pada harga yang tambah mahal.

4. Pemasaran Online dan Offline Sama Pentingnya

Proses marketing untuk usaha online tidak cuman harus dilaksanakan lewat beragam media online seperti sosial media, komunitas jual-beli atau program chat saja. Kita harus juga lebih giat untuk ikuti moment off-line seperti pameran, bazaar atau moment kerja sama yang lain. Lewat moment yang memiliki sifat off-line, kita dapat mengenalkan usaha online kita langsung ke beberapa orang.

Janganlah lupa untuk menyiapkan kartu nama yang unik dan informatif supaya usaha online kita terlihat menarik dan selalu dikenang oleh seseorang. Sertakan saja info dan nomor contact yang terang supaya gampang dikontak oleh beberapa orang yang kita jumpai saat lakukan marketing secara off-line.

5. Jangan Pelit Memberi Bonus atau Reward

Jangan pernah kikir untuk memberikan bonus atau wujud penghargaan yang lain ke beberapa konsumen setia kita. Apa lagi bila konsumen setia kita kerap beli atau sedang beli dengan jumlah yang banyak. Bonus yang ingin kita beri dapat bermacam macamnya, dimulai dari bonus produk yang serupa, potongan biaya kirim atau voucer kontan back.

Walau keuntungan yang kita dapatkan akan menyusut sedikit, tetapi usaha ini cukup baik untuk menjaga kesetiaan dan keyakinan beberapa konsumen setia kita. Konsumen setia yang berasa senang dan dipandang pasti tidak akan enggan untuk kembali memercayai usaha online kita di lain waktu.

Default image
Si Teknisi

Leave a Reply